jual foredi di bekasi jual foredi di cikarang jual foredi di jakarta

Pasangan sejoli yang telah membunuh mantan pacar belum bisa dijenguk keluarga maupun rekan-rekannya. Ini telah dikatakan oleh Ka

Pasangan sejoli yang telah membunuh mantan pacar belum bisa dijenguk keluarga maupun rekan-rekannya. Ini telah dikatakan oleh Kasubag Humas Polresta Bekasi Kot AKP Siswo. Belum mendapat ijin untuk dijenguk karena petugas juga masih terus memintai keterangan sepasang sejoli ini. Tersangka Hafitd dan pasangannya Assyifa tidur terpisah di ruang jatanras. “Nanti kalau pemeriksaan sudah lengkap, kemungkinan baru bisa dijenguk,” tukas AKP Siswo. Hafitd yang berusia 19 tahun , telah berhasil ditangkap oleh petugas Polresta Bekasi Kota saat menghadiri korban Ade yang jasadnya berada di ruang kamar jenasah RSCM. Pelaku yang berpura-pura sedih ditangkap petugas lalu diperiksa. Hasil pemeriksaan tersangka mengakui menghabisi nyawa Ade bersama kekasihnya Assyifa. Assifa kemudian diamankan di kampusnya, kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Pertistiwa tragis itu telah terjadi lantaran sepasang kekasih itu menaruh rasa sakit hati dan dendam pada korban. Rencana seminggu sebelumnya dibuat kedua sejoli ini untuk dapat menghabisi nyawa korban. Saat korban dijemput di depan Stasiun Gondang Dia, para tersangka langsung menganiaya hingga korban tewas dan dibuang di jalan Tol KM 49 Bintara.

saco-indonesia.com, Seorang pengendara sepeda motor telah terlibat kecelakaan dengan bus Mayasari di Jalan Letjend Suprapto, Jak

saco-indonesia.com, Seorang pengendara sepeda motor telah terlibat kecelakaan dengan bus Mayasari di Jalan Letjend Suprapto, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014).  
 
Akibat dari peristiwa tersebut, sang pengendara pun tewas di lokasi kejadian.
 
"Kecelakaan antara Bus Mayasari dan pemotor di depan Hotel Cempaka sari," kata petugas TMC Polda MetroJaya saat berbincang.
 
Hingga kini identitas korban juga belum dapat diketahui lantaran petugas laka lantas masih berada di lokasi untuk dapat melakukan penanganan.
 
"Kami saat ini juga masih harus menunggu kabar selanjutnya dari petugas Laka Lantas di lokasi," pungkasnya.


Editor : Dian Sukmawati

Warga Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, harus mulai lebih teliti saat bertransaksi, menyusul kembali ditemukannya peredaran uang palsu di kota ini.

TIMIKA, Saco-Indonesia.com - Warga Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, harus mulai lebih teliti saat bertransaksi, menyusul kembali ditemukannya peredaran uang palsu di kota ini. Salah satu temuan terakhir adalah uang palsu yang dipakai untuk berbelanja di warung kopi di Jalan Belibis, Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (6/6/2013).

Ina, kasir Warung Kopi Mandiri mengaku menemukan uang palsu tersebut saat mengumpulkan uang di laci kasir. Dia mengaku merasa aneh dengan uang pecahan Rp 50.000 yang agak tebal.

Uang yang kondisinya sudah cukup lusuh itu, tutur Ina, dia terima dari dua pemuda yang mampir membeli rokok. Sayangnya, dia mengaku tak teliti saat menerima uang itu karena warung sedang ramai.

"Waktu saya mau kumpul uang di laci, kok ada uang Rp 50.000 ribu yang kertasnya lebih tebal. Uang itu dari 2 pemuda yang tidak pernah datang di tempat ini membeli rokok dan kesannya agak tergesa-gesa," kata Ina saat ditemui Kompas.com, Jumat (7/6/2013) sore.

Ketika diperlihatkan pada Kompas.com, uang palsu itu terlihat masih bersih pada satu sisi tetapi lusuh pada sisi sebaliknya. Salah satu ujung uang terlihat mengelupas. Ina mengaku belum melaporkan temuan uang palsu tersebut kepada pihak kepolisian karena tak punya waktu, selain enggan menjadi saksi kasus tersebut.

Kasus penemuan uang palsu ini, bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Mimika. Setahun lalu, petugas salah satu bank di Timika mendapatkan uang palsu terselip di antara tumpukan uang yang disetorkan seorang nasabah. Kasus penemuan uang palsu ini sempat ditangani Polres Mimika.

 

Editor :Liwon Maulana

Sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/08/06273582/Lagi..Uang.Palsu.di.Timika< /p>

saco-indonesia.com, Bus Transjakarta di koridor I jurusan Blok M-Kota telah terbakar di Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta B

saco-indonesia.com, Bus Transjakarta di koridor I jurusan Blok M-Kota telah terbakar di Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat. Sebanyak dua mobil Damkar dari unit Taman Sari dan Lokasari telah diterjunkan ke lokasi.

"Busway tersebut telah terbakar di dekat SPBU Hayam Wuruk," kata petugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat, Suparjo saat dihubungi, Selasa (18/2).

Akibat dari peristiwa tersebut , arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk menuju Gajah Mada telah mengalami kemacetan. Suparjo juga menambahkan, belum ada laporan adanya korban dari kebakaran yang telah terjadi sekitar pukul 09.30 WIB itu.

Saat ini petugas juga masih berupaya untuk memadamkan api. "Kita belum dapat laporan adanya korban," ujar dia.


Editor : Dian Sukmawati

Cara Diet Sehat dan Alami - Bukan telah menjadi rahasia lagi jika kebanyakan wanita pasti selalu ingin tampil sempurna dengan tu

Cara Diet Sehat dan Alami - Bukan telah menjadi rahasia lagi jika kebanyakan wanita pasti selalu ingin tampil sempurna dengan tubuh yang ramping semampai demi untuk kepuasan pribadi ataupun untuk menyenangkan pasangan. Oleh karena itu, banyak wanita rela mati-matian melakukan diet, bahkan banyak yang rela mengeluarkan kocek dalam-dalam hanya untuk bisa mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. Tetapi jangan sampai obsesi itu membuat Anda melupakan cara diet sehat yang aman bagi tubuh. Obat-obatan pengurus mungkin bekerja secara instant untuk menguruskan tubuh anda, namun bahaya jangka panjangnya sangat mengerikan.

Diet Sehat dan Alami

Bagaimana pun juga, memilih cara diet alami akan lebih baik daripada melakukan hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan untuk mendapatkan bentuk tubuh idaman secara instant. Sebenarnya ada beberapa pilihan bagi Anda untuk bisa mendapatkan tubuh ramping seperti yang diinginkan. Pilihan itu misalnya operasi sedot lemak, mengonsumsi obat-obatan pelangsing tubuh, atau mengoleskan krim yang dikatakan dapat melunturkan lemak di kulit.

Fenomena ini juga dapat menyebabkan banyak berdirinya klinik-klinik penurunan berat badan, terutama di kota-kota besar. Tapi tentunya ada juga klinik pelangsingan yang menawarkan program diet sehat secara alami. Sebaiknya anda mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai efek samping yang mungkin terjadi, sebelum Anda memutuskan untuk memilih salah satu terapi untuk melangsingkan tubuh.

Tips Diet secara Sehat dan Alami

Memiliki tubuh langsing tanpa mengeluarkan uang terlalu banyak, tanpa sakit atau tersiksa karena lapar, masih dapat Anda lakukan cara diet alami. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan.

    Tetaplah makan tiga kali secara teratur setiap hari. Terlambat makan akan dapat membuat Anda kelaparan dan makan dalam porsi banyak pada satu waktu. Dengan makan teratur, asupan makanan yang Anda konsumsi akan lebih teratur pula.
    Makanlah di meja makan dan kunyahlah hidangan secara perlahan sehingga Anda sadar berapa jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda. Makan sambil nonton televisi atau main game hanya akan membuat Anda makan lebih banyak karena berkonsentrasi pada tayangan yang Anda lihat, bukan pada makanan yang anda konsumsi.
    Jangan membiasakan diri makan malam atau ngemil mendekati jam tidur. Kebiasaan ini bisa menyebabkan berat badan Anda naik, dan Anda akan bangun dalam keadaan kelelahan karena pada waktu tidur, organ pencernaan masih harus bekerja mengolah makanan yang baru saja Anda santap.
    Tambahkan teh hijau dan susu kedelai pada menu makanan Anda, karena teh hijau dipercaya dapat meluruhkan lemak dan kolesterol, sedangkan susu kedelai juga dapat memenuhi kebutuhan protein. Susu kedelai lebih sehat karena tidak mengandung kolesterol seperti susu hewan.
    Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, tetapi konsumsi karbohidrat yang berlebihan, terutama karbohidrat olahan seperti nasi putih dan roti putih dapat menyebabkan kegemukan. Sebaiknya Anda mengganti konsumsi nasi putih dan roti dengan nasi merah dan roti gandum.
    Gantilah kebiasaan ngemil dengan memperbanyak makan sayur dan buah. Anda akan merasa kenyang lebih lama, dan kebutuhan vitamin serta mineral Anda bisa terpenuhi.
    Terakhir, untuk melengkapi program diet sehat dengan cara diet alami, luangkan waktu untuk berolah raga. Olah raga secara teratur juga dapat membantu mempercepat pembakaran kalori dalam tubuh Anda. Selain itu, olah raga dapat membantu menghilangkan stres dan membuat tubuh Anda lebih bugar.

Nah, mudah bukan menerapkan cara diet sehat dan alami? Diet dengan cara seperti ini memang tidak akan menunjukkan hasil secara instan. Namun, jika dijalankan dengan disiplin dan berkelanjutan, anda akan mendapatkan tubuh yang ideal tanpa efek samping. karena kebutuhan gizi anda masih tetap terpenuhi.

 

2. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. M. D. Mansoer dkk, dalam bukunya, Sej

2. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. M. D. Mansoer dkk, dalam bukunya, Sejarah Minangkabau, dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode, yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809. Dikatakannya, bahwa kerajaan-kerajaan lama, pusat perdagangan lada, pusat perekonomian, politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas. Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini, sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali, bukan itu saja, Islam pertama pun masuk dari sini, baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri, maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia, Hindustan, Cina, India dan lain-lain. Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah, akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau, Jawa, Bugis, Madura, Sunda, Bali dan lain-lain. Pada zaman purbakala, di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur, yaitu melalui darat dan laut, jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera, mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India, Persia dan lain-lain. Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi, karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab, India dan Cina. Keadaan ini memungkinkan pedagang-pedagang Indonesia, termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang. Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India, maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali. Jadi karena keadaan, pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman. Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi. Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia. Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka, kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya, Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya. Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi, karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja. Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi, Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai, negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya. Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. Dari kelemahan Sriwijaya itu, rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari. Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang. Pada tahun 1275, Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu. Sebagai hasil dari ekspedisi itu, maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. Dengan kejadian ini dapat diartikan, bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya. 3. Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan, yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas. Kalau memang demikian keadaannya, lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak, yaitu Maharajo Alif, Maharajo Dipang, dan Maharajo Dirajo. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi), tetapi Josselin de Jong mengatakan, menjadi raja di Turki. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina, sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri, maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu, batigo rajo naiek nobat, nan sorang Maharajo Alif, nan pai ka banua Ruhun, nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino, nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala, ada tiga orang yang naik tahta kerajaan, seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun, yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina, dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali, sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar, tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut, menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya, karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja, melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat, karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya, atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri, tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya, tentu berada di bawah kekuasaan Singasari - Majapahit itu, maka untuk melepaskan diri dari Singasari - Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab, yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau, sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau. Kalau memang demikian, maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman, maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347, yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang. Logikanya tentu sebelum Adityawarman, belum ada raja di Minangkabau, kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya, maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. Yang jelas pada waktu sekarang ini, banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya, seperti Dt. Maharajo, Dt. Marajo, Dt. Maharajo Basa, Dt. Maharajo Dirajo. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turun-menurun. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu.

saco-indonesia.com, Satu dari dua bandit jalanan nyaris diamuk oleh massa usai menodong dua pelajar di atas motornya di Jalan Ra

saco-indonesia.com, Satu dari dua bandit jalanan nyaris diamuk oleh massa usai menodong dua pelajar di atas motornya di Jalan Raya Logistik, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (1/2) dinihari. Dua hand phone dan uang Rp 24 ribu telah dibawa kabur oleh pelaku. Satu pelaku, Abdilah Bagir, yang berusia 15 tahun telah ditangkap korban bersama warga saat nongkrong tak jauh dari lokasi.

“Identitas rekan tersangka sudah kita kenali. Aksi dari perampasan dan penodongan kemungkinan sudah sering mereka lakukan. Kita juga masih harus melakukan pengembangan kasus ini,” kata Kapolsek Koja, Kompol TP. Simangunsong.

Aksi penodongan berawal ketika Ario Wibisono yang berusia 14 tahun dan Ircham Septiadi yang berusia 15 tahun naik sepeda motor matic pulang ke rumahnya di Tugu Utara. Saat melintasi Jalan Raya Logistik, dua pelaku yang juga telah mengendarai motor matic memepet sepeda motor korban lalu menghentikan sepeda motornya.

“Pelaku telah menuduh korban memukul kakaknya, lalu pelaku meminta uang dan dikasi Rp 24 ribu oleh kedua korban,” ujar TP. Simangunsong.

Karena kurang, kedua pelaku lalu telah menggerayangi saku celana dan mengambil paksa dua HP milik korban. Korban berusaha untuk melawan, namun satu pelaku telah mengancam dengan senjata tajam. “Satu pelaku berpura-pura ingin mengambil senjata tajam di balik bajunya, sementara rekannya telah mengambil paksa handphone keduanya karena takut dilukai,” sambung TP Simangunsong.

Mendapatkan hasil tersebut , kedua pelaku kemudian kabur, sementara korban pulang ke rumahnya lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut kepada warga. Kedua korban dan warga yang marah kemudian telah mencari dan menyisir dua bandit tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Aksinya penyisiran itu ternyata berhasil, dua pelaku ditemukan sedang nongkrong di pinggir jalan tak jauh dari lokasi.

Oleh warga pelaku, Abdilah Bagir kemudian telah ditangkap, namun rekannya telah berhasil lolos dari sergapan warga menggunakan sepeda motor. Anggota Polsek Koja yang sedang ovserapsi wilayah melihat keramaian dan langsung mengamankan pelaku sebelum diamuk massa


Editor : Dian Sukmawati

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ecky Awal Mucharram membenarkan pertemuan antara pemerintah dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (3/6/2013) pagi ini membahas tentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ecky Awal Mucharram membenarkan pertemuan antara pemerintah dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (3/6/2013) pagi ini membahas tentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Ecky menuturkan bahwa pertemuan dilakukan atas permintaan pemerintah.

"Itu permintaan pemerintah untuk lobi pimpinan. Ini rapat konsultasi tentang APBN-P 2013, ada sesuatu yang harus disinkronkan mungkin," ucap Ecky di Kompleks Parlemen, Senin (3/6/2013).

Ecky mengaku hingga saat ini memang masih banyak fraksi yang menolak rencana kenaikan harga BBM. Salah satunya adalah PKS.

"PKS melihat dinamika politik yang ada sehingga PKS menolak kenaikan BBM," imbuh anggota Komisi XI dari Fraksi PKS itu.

Ecky mengungkapkan, PKS menolak lantaran masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum harga BBM dinaikkan. Ia mencontohkan seperti kebijakan energi alternatif yang perlu diperbaiki.

Seperti diberitakan, para pejabat di sektor keuangan RI mendadak datang ke DPR RI untuk bertemu pimpinan, Senin pagi. Pertemuan diduga membahas tentang rencana memasukkan dana kompensasi dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P).

Beberapa di antara yang hadir yakni Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro.

Pemerintah berencana menaikkan harga BBM pada awal Juni 2013. Namun, rencana itu akhirnya ditunda hingga minggu ketiga bulan Juni 2013. Pemerintah dan DPR hingga kini masih menggodok rencana memasukkan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) ke dalam kerangka APBN-P yang nilainya sekitar Rp 11,6 triliun.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof

amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com amanwaterproof.com

www.amanwaterproof.com

Mr. Miller, of the firm Weil, Gotshal & Manges, represented companies including Lehman Brothers, General Motors and American Airlines, and mentored many of the top Chapter 11 practitioners today.

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Imagine an elite professional services firm with a high-performing, workaholic culture. Everyone is expected to turn on a dime to serve a client, travel at a moment’s notice, and be available pretty much every evening and weekend. It can make for a grueling work life, but at the highest levels of accounting, law, investment banking and consulting firms, it is just the way things are.

Except for one dirty little secret: Some of the people ostensibly turning in those 80- or 90-hour workweeks, particularly men, may just be faking it.

Many of them were, at least, at one elite consulting firm studied by Erin Reid, a professor at Boston University’s Questrom School of Business. It’s impossible to know if what she learned at that unidentified consulting firm applies across the world of work more broadly. But her research, published in the academic journal Organization Science, offers a way to understand how the professional world differs between men and women, and some of the ways a hard-charging culture that emphasizes long hours above all can make some companies worse off.

Photo
 
Credit Peter Arkle

Ms. Reid interviewed more than 100 people in the American offices of a global consulting firm and had access to performance reviews and internal human resources documents. At the firm there was a strong culture around long hours and responding to clients promptly.

“When the client needs me to be somewhere, I just have to be there,” said one of the consultants Ms. Reid interviewed. “And if you can’t be there, it’s probably because you’ve got another client meeting at the same time. You know it’s tough to say I can’t be there because my son had a Cub Scout meeting.”

Some people fully embraced this culture and put in the long hours, and they tended to be top performers. Others openly pushed back against it, insisting upon lighter and more flexible work hours, or less travel; they were punished in their performance reviews.

The third group is most interesting. Some 31 percent of the men and 11 percent of the women whose records Ms. Reid examined managed to achieve the benefits of a more moderate work schedule without explicitly asking for it.

They made an effort to line up clients who were local, reducing the need for travel. When they skipped work to spend time with their children or spouse, they didn’t call attention to it. One team on which several members had small children agreed among themselves to cover for one another so that everyone could have more flexible hours.

A male junior manager described working to have repeat consulting engagements with a company near enough to his home that he could take care of it with day trips. “I try to head out by 5, get home at 5:30, have dinner, play with my daughter,” he said, adding that he generally kept weekend work down to two hours of catching up on email.

Despite the limited hours, he said: “I know what clients are expecting. So I deliver above that.” He received a high performance review and a promotion.

What is fascinating about the firm Ms. Reid studied is that these people, who in her terminology were “passing” as workaholics, received performance reviews that were as strong as their hyper-ambitious colleagues. For people who were good at faking it, there was no real damage done by their lighter workloads.

It calls to mind the episode of “Seinfeld” in which George Costanza leaves his car in the parking lot at Yankee Stadium, where he works, and gets a promotion because his boss sees the car and thinks he is getting to work earlier and staying later than anyone else. (The strategy goes awry for him, and is not recommended for any aspiring partners in a consulting firm.)

A second finding is that women, particularly those with young children, were much more likely to request greater flexibility through more formal means, such as returning from maternity leave with an explicitly reduced schedule. Men who requested a paternity leave seemed to be punished come review time, and so may have felt more need to take time to spend with their families through those unofficial methods.

The result of this is easy to see: Those specifically requesting a lighter workload, who were disproportionately women, suffered in their performance reviews; those who took a lighter workload more discreetly didn’t suffer. The maxim of “ask forgiveness, not permission” seemed to apply.

It would be dangerous to extrapolate too much from a study at one firm, but Ms. Reid said in an interview that since publishing a summary of her research in Harvard Business Review she has heard from people in a variety of industries describing the same dynamic.

High-octane professional service firms are that way for a reason, and no one would doubt that insane hours and lots of travel can be necessary if you’re a lawyer on the verge of a big trial, an accountant right before tax day or an investment banker advising on a huge merger.

But the fact that the consultants who quietly lightened their workload did just as well in their performance reviews as those who were truly working 80 or more hours a week suggests that in normal times, heavy workloads may be more about signaling devotion to a firm than really being more productive. The person working 80 hours isn’t necessarily serving clients any better than the person working 50.

In other words, maybe the real problem isn’t men faking greater devotion to their jobs. Maybe it’s that too many companies reward the wrong things, favoring the illusion of extraordinary effort over actual productivity.

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.